Feeds:
Posts
Comments

Aku tahu jawabannya

Aku butuh konsentrasi, sungguh aku butuh konsentrasi..

Terima kasih atas dukungannya selama ini dan sungguh aku minta maaf kepada semua teman2 dan saudara2 yang telah membantuku, kepada Pak Agung, Kak Nashar dan kru, Kak Kawi, Kak Aswan, Bang Hasrul dan kru, Pak Sahir, Om eri, Tante Sylvi, Kiki, wahyu, Rani, Pak fuad dan kru. Sama sekali aku tidak bermaksud memutus hubungan tapi kali ini say memang butuh konsentrasi, hanya dengan jalan ini saya bisa bertahan.

Inikah masa itu? semoga!

Entahlah hari ini aku merasakan perubahan2 pada diri ini, ketenangan, keyakinan, dan semoga keinginan untuk benar2 menjadi diri sendiri yang sesungguhnya itu benar, jika selama ini aku bersandiwara….

Semoga, Amin!

Alhamdulillah, syukurku…

Sujudku untukMu, yang telah kasih anugerah yang sering aku sepelekan,

Mohon maafku untukMu, yang tidak memberikan azab saat ini dan kelak semoga, karena untuk kesekian kalinya aku melanggarnya,

Ternyata aku ga harus nunggu tanggal 10 bulan ini udah bisa ditebak. Semoga predikat lulus ini tidak sia-sia, itu saja, mau bilang bangga sama sekali tidk mau bilang memalukan ga pantas dan memalukan apalagi!

Catatan Harianku…

Lengkap sudah pengaduanku pada wordpress.com selama satu tahun ini, yah walau hanya bualan belaka tapi dengan menuliskan di tempatmu ini aku bisa menceritakan kisah-kisah (yang kebanyakan jelek) untuk di lihat di masa depan.

Terakhir (semoga), Aku pingin nulis tentang perjuangan untuk mengakhiri kuliah yang lucu banget (haha…) dan masa-masa tingggal di Depok ini (yang penuh kenangan).

Yah, hari ini aku telah selesai untuk semua sks yang aku ambil tapi masih ada satu lagi yaitu TKA. Dengan waktu yang sependek ini mampukah aku mengerjakan sambil cari utangan untuk melunasi dan biaya wisuda? mungkinkah? aku mau liat nanti di masa depan tanggal 10 September.

Entah kenapa kesalahan-kesalahan dan efek-efek ini terjadi selalu hampir bersamaan. Mungkinkah karena aku terlalu berharap, optimis, atau berpikir cara lama. Entahlah, tapi yang jelas aku sudah bosan untuk selalu menyalahkan diri sendiri. Karena aku selalu merasa bersalah ketika mengalami kesalahan yang sama, haruskah aku mengalaminya lagi dan lagi, tapi inilah kehidupanku.

Akhirnya …

Tanpa kusadari hal itu telah berjalan begitu lamanya,,,

Bukan berarti tak sadar, tapi bukan terpaksa  juga aku harus menjalani juga,,,

Kini semoga aku bisa memulai dengan langkah baru,,,

Itulah kata2 yang sering aku ucapkan ketika sadar mode:ON. Mungkinkah  perubahan itu bisa dicapai dengan tiba dan dimulai harus pada saat moment yang benar2 tepat. Itulah kesalakahanku.

Hmmm aku ga akan melupakan itu semua…Dasar anak2. Tapi aku yakin, mungkin ga ada seorangpun yang tau apa yang saat ini aku pikirkan dan aku maksud.

Hi, Miftach masa depan, jika kau masih hidup dan membaca ini. Betapa kau merasa kalau langkah-langkah ini sangat berguna atau tidak sama sekali!. Karena kau bisa menilai suatu saat nanti.

Gw pikir gw ga bakal ketemu lagi yg namanya pantium I, karna itu waktu dapet system DOS, pake disket star up gak bgitu serius pelajarinya!

Tapi kmarin temen gw minta tolong suruh batuin kembaliin system dia yang error gara2 virus! Nah jadi history errornya dia deletin file2 asing (maksudnya di sini gak dikenal oleh dia, red).

Padahal tuh komputer punya kantor alias bukan punya dia, mau ga mau ya harus install ulang. untung ini malam minggu, jadi bisa malam mingguan sambil benerin komputer dan besoknya tidur. lol

00.00

3 jam udah otak-0tik biar masuk booting, maklum speknya aja males dengernya, ga ada cd rom, pinjem, ga bisa juga, pindah harddisk ke kompi lain, ga bisa kedeteck (aduh.. ini gue yg ga bisa apa komputernya yang ga jelas),. tak biasa!

eh ternyata nggak bisa juga (stress deh), coba tanya-tanya ke temen2 pada ga bisa, telpon ke temen yang biasa megang lab. katanya harus pake startup.

03.00

Tidur..

12.00

Akhirnya kita bawa ke warnet, ga kedeteck, pindah ke temen lagi (sukurlah, kedetect – mungknkah gara2 jumper slave master – ga mungkin)  trus diinstall di komputer dia, konsekuensinya semua driver….

05.30

…Eh waktu dibawa balik, pasang tetep ga bisa, setan!
20.00

Capek!

09.00

Putuskan beli komputer baru (baru beli), bisa

Maafkan aku adikku

Iklima Safira Salsabilla

Iseng2 lg pengen ngrapiin kamar tak sengaja nemu foto album yang aku bawa dari rumah, aku buka2, liat2, eh ada sebuah foto adikku yang kasiaaan banget… aku inget2 kalo ga salah waktu itu lagi perjalanan jauh dari rumah nenek di Magelang lebaran kemarin.

Duh,, jadi inget :( semuaya. Begitu tulus hari itu, damai, dan penuh makna.

Adikku, jika blog ini suatu saat nanti masih ada tentunya kamu akan tahu keadaanku saat ini, Mungkin kamu bisa aja nganggep aku lagi serius belajar, aku lagi bekerja keras, tekun, semangat, dan penuh harap meraih cita-cita untuk kebahagiaan kita semua.

Namun sayangna emua itu hanyalah keinginan dan konsep belaka, sedang aplikasinya hampir sama sekali minim. Kacau..

Tahukah kamu kalau kemarin saja nilai jaringanku ada di list bawah rata2 gara2 ga pernah masuk karena kesiangan terus, apalagi shalat berjamaah,

Tahukah kamu kalau saat ini aku sama sekali ga bisa ngatur anggaran, bahkn nyangkut semuanya yang primer aku anggap sekunder dn sebaliknya,

Tahukah kamu kalau kata2ku berubah jadi kacau, aku lebih sering bilang so**y, da*n, sh*t, a*u, c**en*  dari pada maaf, bahkan astaghfirullah.

Sangat disayangkan, tapi satu, aku crita ini bukan untuk diceriakan ke mama, bukanya aku takut, tapi… taulah! semoga kelak kamu ga ikutin jejak jelek ini.

Bicara kepribadian…

Eh kenapa saat-saat ini aku ngerasa kalo tindakan gue itu tergantung suasana hati. Apa benar aku termasuk orang2 ENFJ, alias ‘the giver’. walau ga percaya sepenuhnya (sambil mikir2) tapi kayaknya sih iya.
Kalo ada yang mau nyoba atau pengen tau lagi bisa ikutan di sini. Kalo hasilnya ga’ sesuai bisa komplain ke sini sana aja ding kan sana yg bikin.

Menurutnya, ENFJ yang bedain itu make perasaan bahkan saat menentukan sgala keputusan, walau ga sepenuhnya benar, menurut gue sih, mencoba membela diri mungkin persentasenya aja yang lebih besar. Nah, konon parahnya kalo udah nyampe pada persahabatan dengan segala interaksinya apaan tuh?. Dan gue sadar sesadarnya kalo sebenarnya emang ada yang aneh dengan hal ini. Apa benar (menurutnya) kalo gue cenderung agar orang lain itu sesuai dengan keinginan gue? setidaknya orang2 type tertentu yang sesuai menurut gue, itu baru dapat gue terima. Bahkan kalo udah kenal bisa dekeet banget.  Trus dalam hal pertemuan pertama juga aneh, kalo ga’ ada yang memulai maka ga’ bakal deh kenal deh (jika ketemu sesama type seperti ini).Hehe…

Itu kejelekanya, tapi jangan salah pada ‘default’nya ENFJ itu disukai banyak orang loh! (bukan gue yg ngomong) karena sebenarnya dia rendah diri dan sangat peduli (the giver) cuman cara mengekspresikanya aja kali yang susah, coba ajah kalo dimintain tolong maka susak buat nolaknya (apalagi cewek), hmmm…

Tapi itu semua sangat-sangat tergantung sama latar belakang dan lingkungan yang membuat karakter tersendiri.

to be continued…

Perbedaan itu…

Tulisan ini ‘nggak’ berat kok, hanya bualan, dan butuh 2-3 menit/tergantung pembaca untuk membaca.

Aku sadar perbedaan itu pasti ada, jangankan masalah kehidupan dengan sudut pandang dan background masing2, masalah agamapun bisa ada perbedaan. Itulah manusia yang dikaruniai akal dan pikiran dan juga nafsu yang sangat-sangat tergantung situasi dan kondisi. Yang pada akhirnya akan melahirkan suatu kebudayaan dilingkunganya. Siapa yang punya pengaruh terbesar maka ia akan menang dan diikuti banyak orang.

Hal ini (perbedaan) akan lebih terlihat ketika kita keluar dari lingkungan kita, tidak lupa dengan tatap memandag hal tersebut dengan sudut pandang kita. Dan aku sendiri baru menyadari hal ini ketika mengalami hal demikian. Dengan landasan pengetahuan yang aku pelajari dan aku amalkan aku berkesimpulan carakulah yang paling benar, hal ini semakin menjadi ketika aku terpaksa harus belajar di tempat yang sangat2 bertentangan dengan pemahamanku. Anehnya lagi waktu itu aku belajar di dua tempat yang sangat bertentangan juga. Lucu sekali, ketika aku harus bersandiwara untuk menyesuaikan diri (biasa minoritas). Tapi dengan tetap positif mengklaim bahwa tidak ada yang paling benar, dan untuk hal ini aku harus sadar dan berpegang teguh pada keyakinan yang aku percayai. Mungkin aku tidak perlu memberikan contoh, karena kita sudah terbiasa dgn perbedaan itu. Sudahlah, semoga pengalaman waktu itu bisa menjadi pengalaman dan pengetahuan.

Dan hal ini masih aku rasakan ketika aku duduk dibangku kuliah, benar kata orang ketika memasuki jenjang ini maka kita akan disuguhkan 2 hal yang bisa memberikan efek positif dan negatif, yaitu ideologi dan pergaulan. Karena aku pikir di sini sesuai dgn anak2 sok idealis yang sedang mencari jatidirinya. Nah, biasa sebagai pendatang tentunya kita dipaksakan untuk berkenalan dengan hal ini. Di sana kita mengenal teman2 yang katanya semua agama itu sama, ada lagi semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat, dan lain-lain, pokoknya yang identik dengan debat, aliran, filsafat, atau apalah yang bila diteruskan hal ini tidak akan ada habisnya, parahnya kalo sampai sesorang itu bisa bisa bertindak aneh2 karena fahamnya itu. Ngeri . Karena itu tadi yang aku singgung pertama. Nah lagi2 jangankan sampai lingkup antar, di (dalam hal ini) islam sendiri ada banyak versi yang menterjemahkan sumber-sumber hukum. Pastinya penganut aliran ini akan merekrut dan mengajak sebanyak2nya pengikut yang mereka angggap sesat. Seperti yang aku pelajari bahwa dakwah itu selain untuk yang yang buta dan ada pula untuk yang beda dengan kita (pencerahan) alias tdk sealiran.

Untuk masalah ini, bukanya aku acuh tak acuh (lagi2 membala diri) tapi aku lebih tertarik untuk melihat dari sudut pandang lain. Dengan bekal ‘aku tak tau apa2 yang masih awam’ sepertinya lebih ‘aman‘. Tapi jangan asal ngikut2 tapi ga’ ngerti konsepnya (ini yang bikin org males). The follower. apa itu namanya bitngah apa tu?. Tapi bagi yang mau berkecimpung ya silahken tapi harus serius dan jangan lupa bener harus banyak referensi agar hasilnya akurat. Apaan sih?.

Eh, tapi kalo yang ini termasuk ga’ ya? tadi sore di asrama ini aku bareng sama anak yang sholatnya aneh juga, jadi ketika terlambat dia langsung nyusul sampai bilangan rakaa’tnya sama dengan imam, lain waktu adalagi yang pas sholat hpnya bunyi, eh diambil tuh hp, liat2, pencet tombol, trus masukin lagi. Jangan salah ya? mereka itu termasuk anak2 yang cerdas lohada lagi yg seneng jadi imam tajwidnya aja kurang bener eh bacaanya lamaaa benget, suratnya panjaaang2 banget, mending kalo rukun2nya yg lain ga’ dilama2in juga, padahal waktu sepertinya para jamaah bukan termasuk orangyang nyantai alias dalam perjalanan, ato keburu apalah, kalo mau cukup kan 3 bacaan shlwt udah tuma’ninah.

Nah, ini nih kalo anak malas, hal seperti ini malah jadi pelarian untuk males berjamaah. Eh, tapi ternyata aku tidak sendiri lho, temen2 ada juga yang bilang “hati kami harus mantap kalo sholat, di sini sering aneh2, mending sholat/jamaah di kamar aja”.

Yah, inilah sebagian kecil fenomena dilingkunganku. Semoga perbedaan itu... akan menjadi rahmat, ya setidaknya lama kelamaat akan menjadi rahmat. Rahmat kan luas. Rahmat sekarang kemana ya?

Happy Birthday For Me…

Hiks…

Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-21 (udah tua ya?) trus udah sampe mana? udah dapet apa? prestasi apa?, (yah kalo dibilang ga dapet apa2 itu ga syukur banget, aku setidaknya udah punya banyak temen2, udah bisa kuliah (meski semua itu ga jelas dan bolehlah di bilang ga niat) sampai semester 4, dan juga diki2-dikit udah bisa ceker2 (alias cari rupiah sendiri).

Di sekitarku mungkin tidak banyak orang yang tahu… dan aku pikir mungkin sudah bukan saatnya lagi untuk merayakan seperti anak-anak apalagi statusku, bagaimanapun juga sebagai mahasiswa (ga jelas) yang identik dengan kekurangan materi. udahlah ga perlu dibahas ga penting!

Dalam kenyataanya hari ini biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Bahkan ucapan “Met Ultah” pun ga’ ada. Aku emang sengaja ga bikin acara special. Ga nyebar2in dan ga juga punya khusus yang perhatiin hari ultahku,
Tapi bukan itu yang aku harapkan, aku hanya mencoba merenung dan mencoba mengingat dengan perbedaan keadaan ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Hihi…Aku masih ingat waktu itu saat merayakan Ultah ke :

  • 16th :Mungkin perayaan ultah untuk tahun itu sama dengan tahun2 sebelumnya. walau sederhana tapi semoga bermakna. Acara doa bersama, makan2 (hihi.. budaya atau apa yah? – udahah! kalo mau bahas di topik lain aja, karena bagiku jika itu baik, org bahagia, dan tidak bertentangan its ok) ada teman2, dan biasanya saudara2 dari ortu juga ada. Walau perayaan2 macam ini (mungkin) ga penting banget. Namun yang aku suka moment seperti ini bisa menjalin kebersamaan. Sesederhana apapun dan keadaan bagaimanapun waktu2 itu seharusnya aku bersyukur.
  • 17th : waktu itu dirayakan di rumah nenek, ada nasi kuning, temen2, saudara, dan yang terpenting ada guru sekolahku (membuatku terasa istimewa). Mungkin itu jadi kenangan terindah sejarah perayaan ultahku.
  • 18th : Nah tahun itu aku udah mulai merayakan Ultah ga di rumah lagi tapi di tempat belajarku yaitu boarding school, senang juga aku mengumpulkan teman2 dan senior2ku semuanya sekitar 25 orang. Doa bersama dan makan alakadarnya. Tapi sayang sama sekali ga ada keluargaku di sini. ta apalah karena aku udah menghubungi mereka katanya juga udah mbuatin acara sendiri di rumah. Hiks… aku jadi sangat terharu. Untuk mama tercinta, terima kasih ma, hanya kamulah satu2 orang yang ga pernah lupa sama hari ultahku dan pasti membuatkan sesuatu untuku. Doamua selalu menyertaiku. Hiks..hiks..
  • 19th : Aduuuuh… Ultahku paling menyedihkan (sedih karena tak biasa aja kok). Sama sekali ga ada sesuatu. Semua berjalan seperti biasa, di komunitas baruku waktu itu samasekali hanya aku yang tau, biarlah. Aku hanya berharap semoga bisa menjadi lebih baik.
  • 20th : Hmm… aku bersyukur. Karena keadaanku sudah mulai membaik. Aku bahkan bisa merayakan dengan lebih terencana. Dan yang lebih lagi, di ultah ini aku merayakan bareng temenku, Salman (anak fasilkom 03), Aneh, dan mungkin tadinya aku ga percaya, mungkin kami ditakdirkan bertemu, bekerjasama, setelah kenal ternyata tahun kami lahir sama, bulanya sama, daaan tanggalnya juga sama, aduhhh ada-ada aja. Mungkinkah ini sudah rencanaNya. Tidak ada yang pernah menyangka! karena kita memang benar2 berbeda.

Itu kisah masa lalu, saat ini aku hanya akan berdoa saat aku harus mengarungi kehidupan dengan lebih ‘dewasa’ (waduh).

Jakarta, 11 Februari 2007

Older Posts »